Gelombang Unjuk Rasa Besar-Besaran di Seluruh AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

Mancanegara

Washington, 21 April 2025 — Ribuan warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu, 19 April 2025, untuk menyuarakan penolakan terhadap berbagai kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional bertajuk “50501”, yang mencerminkan 50 protes di 50 negara bagian dalam satu hari.

Demonstrasi berlangsung di seluruh penjuru negeri, mulai dari pusat kota Manhattan hingga di depan Gedung Putih di Washington, DC. Protes juga mewarnai peringatan 250 tahun dimulainya Perang Kemerdekaan Amerika di Massachusetts, dengan banyak pengunjuk rasa menyerukan semangat melawan tirani.

Massa aksi menyoroti sejumlah kebijakan Trump yang dinilai merusak nilai-nilai demokrasi, seperti deportasi massal imigran, pemecatan besar-besaran pegawai pemerintah federal, pembubaran lembaga negara, hingga pembatasan terhadap program-program kampus yang mendukung keberagaman dan inklusi.

Kelompok akar rumput 50501 sebagai penyelenggara menyebut aksi ini sebagai gerakan pro-demokrasi yang menolak kepemimpinan eksekutif yang otoriter. Mereka menegaskan bahwa aksi dilakukan secara damai, namun dengan semangat perjuangan tinggi.

Di New York, para demonstran memenuhi tangga Perpustakaan Umum sambil meneriakkan, “Tidak ada rasa takut, tidak ada kebencian, tidak ada ICE di negara bagian kita,” sebagai bentuk perlawanan terhadap lembaga Imigrasi dan Bea Cukai AS.

Di Washington, ribuan orang membawa spanduk bertuliskan “Pekerja harus memiliki kekuatan”, “Proses hukum”, hingga “Hentikan mempersenjatai Israel”. Mereka juga menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina yang menjadi korban perang di Gaza, serta dukungan kepada Ukraina dalam konflik yang masih berlangsung dengan Rusia.

Tidak hanya demonstrasi jalanan, sejumlah warga juga menyelenggarakan kegiatan sosial seperti pengumpulan makanan, pengajaran sukarela, dan bantuan bagi korban kebijakan pemerintah yang terdampak langsung.

Sejak kembali menjabat Januari lalu, Trump disebut telah memberhentikan lebih dari 200.000 pekerja federal dan mengambil langkah-langkah drastis yang menuai kritik tajam. Termasuk di antaranya adalah penghentian pendanaan untuk universitas yang menggelar program kesetaraan, keberagaman, dan inisiatif lingkungan.

Hunter Dunn, juru bicara 50501, menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan membangkitkan kesadaran publik atas berbagai bentuk ketidakadilan yang dirasakan banyak warga. “Gotong royong adalah cara kita melawan. Gotong royong adalah cara kita menang,” ujar Dunn.

Aksi unjuk rasa ini menandai gelombang kedua protes nasional sejak Trump kembali menduduki kursi kepresidenan, dan menjadi sinyal kuat bahwa perlawanan terhadap kebijakannya akan terus bergulir di berbagai penjuru Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *