Pada hari ini, sebagian besar aset digital mengalami kenaikan signifikan. Bitcoin (BTC) naik sekitar 0,93% ke US$115.353, sedangkan Ethereum (ETH) melonjak 6,56% ke US$3.728, memperlihatkan optimisme investor terhadap adopsi teknologi blockchain dan tren makro global yang mendukung aset berisiko.
Altcoin lain seperti Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Avalanche (AVAX) mencetak kenaikan di rentang 4%–8%, sementara MemeCore memimpin dengan lonjakan 31% dalam 24 jam terakhir.
Faktor Pemicu Rebound Pasar
Katalis rebound ini berasal dari kombinasi sentimen positif seperti data pekerjaan AS yang melemah, ketegangan perdagangan global, dan spekulasi pemotongan suku bunga The Fed pada September mendatang. Ini memperkuat kembali preferensi investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Analis juga menunjukkan bahwa momentum beli oleh investor jangka panjang sering muncul setelah penurunan tajam sebagai titik entry menarik.
Ethereum Unggul dari Bitcoin
Ethereum mencatat kinerja yang lebih kuat daripada Bitcoin dalam rally kali ini. Lonjakan jaringan, adopsi ETF Ethereum yang mengalami inflow besar, serta aktivitas wallet aktif yang meningkat menjadi pendorong utama kenaikan ETH.
Waspadai Bull Trap
Meskipun rally terlihat kuat, beberapa analis memperingatkan risiko bull trap—kondisi rebound palsu sebelum pasar melanjutkan penurunan. Bitcoin tercatat menyentuh support di zona US$112.000 sebelum bergerak naik, dan saat ini bergerak di dalam kanal menurun (descending channel) jangka menengah.
Proyeksi Harga Jangka Panjang Bitcoin
Menurut analisis Elliott Wave dari ahli John Glover (Ledn CI0), Bitcoin diprediksi masih menuju kisaran US$135.000–140.000 akhir tahun 2025, meski pasar kemungkinan mengarah ke bear market pada 2026.
Pasar kripto mengalami reli luas pada 5 Agustus 2025, dipicu oleh optimisme investor terhadap potensi pemangkasan suku bunga, arus masuk investasi institusional lewat ETF, serta tren adopsi teknologi blockchain yang semakin kuat. Ethereum tampil sebagai pendorong utama, sementara Bitcoin berada dalam fase konsolidasi. Meskipun potensi upside masih terbuka, investor disarankan tetap waspada terhadap potensi koreksi teknikal dan bull trap jangka pendek.
