Jakarta, Arus balik Lebaran mulai menunjukkan lonjakan signifikan di sejumlah ruas jalan utama, terutama di Tol Trans Jawa. Hingga dini hari tadi, sekitar 40 persen dari total prediksi 2,2 juta kendaraan telah bergerak kembali ke Jakarta.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa pergerakan kendaraan arus balik mulai terlihat meningkat sejak beberapa hari terakhir. Saat memantau langsung situasi di Gerbang Tol Banyumanik, Jawa Tengah, Jumat (4/4), ia menjelaskan bahwa sisa 60 persen kendaraan diperkirakan akan melintas dalam empat hari ke depan, yakni pada tanggal 5 hingga 8 April.
“Arus balik kita proyeksikan sebanyak 2,2 juta kendaraan, dan saat ini sudah mendekati 40 persen yang menuju ke arah Jakarta. Sisanya akan tersebar dalam empat hari ke depan,” ungkap Irjen Agus.
Ia juga menambahkan bahwa puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 6 April. Pada hari tersebut, Polri akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berskala nasional berupa sistem one way dari Kalikangkung, yang akan dilepas langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Untuk mengurai kepadatan, Korlantas telah menerapkan rekayasa lalu lintas sejak tanggal 3 April, berupa sistem satu arah (one way) lokal dari Km 188 hingga Km 70. Melihat peningkatan volume kendaraan, rekayasa ini kemudian diperpanjang pada 4 April hingga Km 219.
Sementara itu, kepadatan juga terjadi di beberapa jalur alternatif seperti Jalur Pantura dan Nagreg. Di Cirebon, lalu lintas tersendat hingga 3 kilometer akibat limpahan kendaraan dari tol yang dialihkan ke jalur arteri. Kondisi serupa juga terjadi di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, di mana polisi menerapkan skema contra flow untuk mengurai antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat yang mengular di sejumlah titik.
Banyak pemudik yang berasal dari luar Bandung tampak melintasi jalur tersebut dengan tujuan akhir kembali ke Jakarta. Polisi terus berupaya menjaga kelancaran arus balik agar masyarakat dapat kembali ke kota asal dengan aman dan nyaman.
