Ifan Seventeen Dilantik Jadi Dirut PFN: Pro Kontra dan Pembelaan Erick Thohir

Nasional

Jakarta – Pelantikan Riefian Fajarsyah, vokalis band Seventeen yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen, sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) menuai beragam tanggapan publik. Meski diragukan karena latar belakangnya sebagai musisi, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan penunjukan Ifan melalui proses seleksi transparan oleh Tim Penilai Akhir (TPA).

Seleksi Transparan dan Pengalaman di Dunia Film
Erick Thohir menjelaskan, Ifan bukan satu-satunya kandidat yang dipertimbangkan. “Ada beberapa nama, tetapi proses TPA memilih Ifan berdasarkan perspektif yang komprehensif. Ini pilihan yang tepat,” ujarnya di Kompleks Kementerian BUMN, Sabtu (15/3). Meski tak merinci nama pesaing Ifan, Erick menegaskan proses seleksi dilakukan profesional.

Ifan sendiri mengakui keraguan publik terhadap kapasitasnya. Namun, ia menegaskan telah memiliki Production House (PH) sejak 2019 dan berpengalaman sebagai produser film. “Di 2021, saya menjadi executive producer film pemerintah yang sukses di platform streaming. Film ‘Kemarin’ yang saya produksi juga mengangkat kisah tragedi tsunami yang menewaskan rekan band dan istri saya,” jelas Ifan di kantor PFN, Jumat (14/3).

Sidak DPR dan Kondisi PFN yang Memprihatinkan
Di hari yang sama, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melakukan inspeksi mendadak ke kantor PFN. Kedatangan Ifan yang terlambat 40 menit sempat membuat rombongan DPR menunggu. Setelah tiba, Dasco meninjau langsung gedung PFN yang dinilai tak terawat. “Kami mendukung PFN sebagai pusat konten negara, tetapi perlu pembenahan serius,” ujar Dasco.

Ifan mengakui masalah internal PFN, termasuk keterlambatan gaji karyawan selama enam bulan. “Bagaimana karyawan bisa berkarya jika perut mereka lapar? Ini prioritas pertama yang akan saya selesaikan,” tegasnya. Ia berjanji melakukan restrukturisasi internal sebelum fokus pada produksi konten.

Respons Netizen dan Komitmen Ifan
Jika netizen meragukan kemampuannya, Ifan menyebut hal itu wajar. “Mereka hanya tahu saya sebagai penyanyi, padahal saya sudah lama berkecimpung di film,” ujarnya. Ia berharap kinerjanya di PFN bisa menjawab skeptisisme publik.

Pelantikan Ifan sebagai Dirut PFN menjadi ujian bagi BUMN dalam menyeimbangkan kriteria kepemimpinan dan inovasi di era konten kreatif. Tantangan terbesarnya adalah membangun kepercayaan publik sekaligus membenahi perusahaan yang tengah bermasalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *