Harga emas melonjak mendekati rekor tertinggi sepanjang masa pada Rabu (22/1/2025), didorong oleh pelemahan dolar AS serta ketidakpastian terkait kebijakan tarif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor akan potensi perang dagang dan meningkatnya volatilitas pasar global.
Berdasarkan laporan dari CNBC, harga emas spot naik 0,4% menjadi USD 2.755,58 per troy ons, tertinggi sejak 31 Oktober 2024, ketika emas mencapai rekor USD 2.790,15. Kontrak emas berjangka AS juga mencatat kenaikan 0,3% menjadi USD 2.768 per troy ons.
Faktor Pendukung Penguatan Harga Emas
Pelemahan indeks dolar AS ke level terendah dalam tiga minggu terakhir menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas. Dengan dolar yang melemah, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, imbal hasil obligasi AS (US Treasury) menurun ke 4,57%, semakin meningkatkan daya tarik logam mulia ini sebagai aset safe-haven.
Ryan McIntyre, Senior Portfolio Manager di Sprott Asset Management, menyatakan bahwa emas cenderung berkinerja baik di tengah ketidakpastian ekonomi. “Ketika pasar menghadapi ketidakpastian besar, emas menjadi tempat perlindungan alami bagi investor,” katanya.
Kebijakan Trump dan Dampaknya pada Pasar
Presiden Trump mengungkapkan rencana penerapan tarif baru, termasuk tarif 10% untuk barang impor dari China mulai 1 Februari, serta tarif hingga 25% untuk Meksiko dan Kanada. Kebijakan ini dikhawatirkan dapat memicu inflasi global.
Meskipun emas sering dipilih sebagai aset lindung nilai selama ketegangan ekonomi dan geopolitik, dampak inflasi dari kebijakan Trump dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama guna mengendalikan tekanan harga.
Namun, beberapa analis menyebut Trump kemungkinan kurang agresif dibandingkan yang dikhawatirkan sebelumnya. Tarif yang lebih rendah bisa menjadi sinyal inflasi yang lebih terkendali, membuka peluang bagi pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Harga Emas di Pasar Domestik
Di Indonesia, harga emas batangan Antam juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan laman logammulia.com, harga emas Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 1.607.000 per gram pada Kamis (23/1/2025). Harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan serupa ke level Rp 1.455.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam per pecahan:
- 0,5 gram: Rp 853.500
- 1 gram: Rp 1.607.000
- 5 gram: Rp 7.810.000
- 10 gram: Rp 15.550.000
- 25 gram: Rp 38.787.000
Di Pegadaian, harga emas Antam dan UBS juga mencatat kenaikan, dengan harga emas Antam untuk pecahan 1 gram di level Rp 1.647.000, sementara emas UBS di level Rp 1.580.000.
Proyeksi Harga Emas
Dengan kondisi dolar yang melemah, ketidakpastian kebijakan tarif, dan kekhawatiran inflasi, harga emas diperkirakan akan tetap kuat dalam waktu dekat. Tren kenaikan ini memberikan keuntungan bagi para investor yang telah berinvestasi di emas, terutama mereka yang membelinya saat harga lebih rendah.
Selain emas, logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium juga menunjukkan penguatan, mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset-aset safe-haven di tengah gejolak pasar.
