Jakarta, Juli 2025 – Pemerintah Republik Indonesia meluncurkan program besar-besaran untuk menjadikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) sebagai bagian utama pendidikan di lebih dari 10.000 sekolah. Dengan dana sekitar US $1 miliar (setara Rp 17 triliun), inisiatif ini bertujuan membentuk lingkungan belajar modern dan inklusif, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.
Anggaran tersebut dialokasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk merehabilitasi dan memperbarui infrastruktur sekolah sejak Juli 2025. Selain perbaikan fisik, program mencakup penyediaan 300.000 smart TV di kelas–kelas pintar (smart classrooms) selama tiga hingga empat tahun ke depan.
Target utama program ini adalah 10.440 sekolah, dengan potensi penambahan lebih dari 11.000 berkat efisiensi anggaran. Setiap smart classroom nantinya dilengkapi dengan perangkat digital terkoneksi dan materi pembelajaran interaktif berbasis AI.
Inovasi nyata hadir dalam bentuk pelatihan guru — para pendidik dipersiapkan untuk memanfaatkan teknologi ini dalam proses belajar mengajar. Beberapa startup dan universitas turut dilibatkan, seperti Universitas Pelita Harapan dan penyedia layanan AI pendidikan. Di antaranya adalah chatbot edukatif yang bisa menjawab kebutuhan siswa dan guru secara real-time, serta aplikasi AI yang membantu mempersonalisasi materi sesuai kebutuhan murid – mendukung pembelajaran yang lebih humanis dan adaptif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa AI bukan sekadar pelengkap teknologi, tetapi mitra strategis untuk memperkaya kualitas interaksi dalam kelas. Dengan AI mengambil alih tugas administratif dan memberikan umpan balik otomatis, guru bisa fokus pada bimbingan personal dan pembangunan karakter siswa.
Tak hanya pada skala nasional, program ini diperkaya oleh kolaborasi lintas sektor—pemerintah, swasta, akademisi, serta pengembang EdTech. Yudhistira Nugraha dari Pusat Data dan Teknologi Informasi menambahkan pentingnya ekosistem data pendidikan satu pintu agar analitik berbasis AI dapat berjalan optimal dan terpercaya.
Keuntungan dari skema ini antara lain:
| Manfaat Program AI di Sekolah | Penjelasan |
|---|---|
| Pembelajaran interaktif & personal | Materi bisa dikustomisasi sesuai kemampuan siswa. |
| Efisiensi tugas guru | AI bantu koreksi tugas, ringkasan materi, dan administrasi. |
| Peningkatan infrastruktur | Smart TVs dan konektivitas digital mendukung kelas masa depan. |
| Pelatihan dan pengembangan guru | Edukasi guru untuk adaptasi teknologi AI. |
| Pemerataan akses pendidikan | Sekolah di daerah terpencil juga dapat fasilitas berteknologi. |
Program bernilai US$1 miliar ini bukan sekadar anggaran besar, tetapi langkah strategis menuju pendidikan yang inklusif, adaptatif, dan berbasis inovasi. Dengan begitu, kualitas pembelajaran dapat merata, tidak hanya di kota besar, tetapi hingga jenjang wilayah pelosok.
