Para menteri keuangan dunia menghadiri G20 Finance Meeting 2025 di Durban, Afrika Selatan

G20 Finance Meeting di Durban Dibuka, Bayang-Bayang Tarif Trump Warnai Pertemuan

Mancanegara

Durban, Afrika Selatan – 17 Juli 2025, Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 resmi dimulai hari ini di Durban, Afrika Selatan. Forum ekonomi bergengsi ini dibuka di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang telah mengganggu stabilitas perdagangan internasional.

Isu utama dalam pertemuan ini adalah prospek pertumbuhan ekonomi global, reformasi sistem keuangan internasional, dan tensi perdagangan yang kembali meningkat. Kebijakan tarif impor AS yang diumumkan Trump beberapa pekan lalu menjadi sorotan utama, terutama karena berpotensi menimbulkan perang dagang baru dengan negara-negara besar, termasuk Uni Eropa dan Tiongkok.

Beberapa delegasi G20 menyampaikan keprihatinan mereka terhadap langkah sepihak AS dalam memberlakukan tarif tambahan terhadap sejumlah produk mitra dagangnya. Mereka menilai kebijakan tersebut dapat menghambat pemulihan ekonomi global yang baru saja mulai stabil pasca-pandemi.

Presidensi Afrika Selatan dalam G20 kali ini mengangkat tema inklusi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Namun, agenda tersebut terancam tersisih oleh isu geopolitik dan perlindungan dagang yang dibawa oleh negara-negara besar.

Menariknya, beberapa negara kunci tidak mengirimkan perwakilan setingkat menteri keuangan atau gubernur bank sentral. Absennya beberapa pemimpin penting menunjukkan bahwa eskalasi ketegangan dagang telah memengaruhi semangat kerja sama dalam forum multilateral ini.

Dalam pidato pembukaan, Menteri Keuangan Afrika Selatan menyerukan agar G20 tetap menjadi forum utama kerja sama ekonomi global dan tidak terjebak dalam kepentingan sempit masing-masing negara. “Tantangan global memerlukan solusi kolektif, bukan konfrontasi tarif,” ujarnya.

Sementara itu, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan pentingnya menjaga stabilitas sistem keuangan internasional dan akses yang adil terhadap pasar global bagi negara berkembang.

Pertemuan G20 Finance Meeting di Durban akan berlangsung selama dua hari, dengan agenda diskusi tertutup dan sesi pleno. Publik dan pelaku pasar keuangan global menanti apakah akan ada pernyataan bersama atau sekadar masing-masing negara membawa pulang kegelisahannya sendiri terhadap arah ekonomi dunia di bawah tekanan kebijakan proteksionis baru dari Washington.