OJK Siapkan Kebijakan untuk Stabilitas IHSG di Tengah Gejolak Pasar

Ekonomi Nasional

Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dijadwalkan mengumumkan kebijakan untuk menjaga stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Salah satu langkah yang akan diambil adalah mendorong bank-bank untuk melakukan aksi korporasi guna menstabilkan pasar modal.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa kebijakan guna merespons volatilitas yang terjadi. “Kami memiliki beberapa kebijakan yang akan segera diterapkan,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). Ia menambahkan bahwa kebijakan pertama akan mulai diberlakukan pada hari ini, Rabu (19/3/2025).

IHSG Kembali Tertekan, Pergerakan Pasar Masih Volatil

Setelah mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada hari sebelumnya, IHSG kembali dibuka melemah 30,59 poin atau 0,49 persen ke level 6.192,80 pada Rabu pagi. Berbeda dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 justru naik tipis 1,88 poin atau 0,27 persen ke posisi 707,13.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak mendatar (sideways) seiring pelaku pasar mencermati hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia serta keputusan The Federal Open Market Committee (FOMC) dari The Fed yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.

Faktor Domestik dan Global yang Mempengaruhi IHSG

Selain faktor teknis di pasar modal, kondisi politik dan ekonomi domestik juga turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Salah satu isu yang sempat mengguncang pasar adalah rumor pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Meskipun telah diklarifikasi, rumor tersebut sempat memicu aksi jual besar-besaran yang menyebabkan margin call dan forced sell di pasar saham.

Dari sisi global, investor juga mencermati kebijakan moneter AS yang akan diumumkan The Fed pada Kamis (20/3/2025) dini hari. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap, publikasi ringkasan proyeksi ekonomi (Summary of Economic Projections/SEP) bisa memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Jika ada indikasi pengetatan moneter lebih lanjut, pasar saham global termasuk Indonesia bisa terdampak.

IHSG Anjlok Lebih dari 6 Persen, BEI Berlakukan Trading Halt

Pada perdagangan sesi pertama Selasa (18/3/2025), IHSG kembali mengalami tekanan hebat dan turun lebih dari 6 persen. BEI pun memberlakukan trading halt setelah IHSG anjlok lebih dari 5 persen. Indeks ditutup melemah 395,87 poin atau 6,12 persen ke level 6.076,08.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, mengungkapkan bahwa meningkatnya ketidakpastian global menjadi salah satu faktor utama yang membebani pasar. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik Rusia-Ukraina dan kebijakan tarif balasan Uni Eropa terhadap Amerika Serikat, semakin menekan sentimen investor.

Dari dalam negeri, kondisi fiskal yang memburuk juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Februari 2025 mencapai Rp 31,2 triliun, berbanding terbalik dengan surplus Rp 22,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, penerimaan pajak domestik mengalami penurunan signifikan sebesar 30,19 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 269 triliun.

Investor Beralih ke Instrumen yang Lebih Stabil

Dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar, banyak investor mulai mengalihkan dana mereka ke instrumen yang lebih stabil, seperti obligasi. “Volatilitas yang tinggi membuat saham menjadi kurang menarik. Sebaliknya, obligasi menawarkan imbal hasil yang lebih stabil,” ujar Maximilianus.

Ke depan, pelaku pasar masih akan mencermati kebijakan yang akan diambil oleh OJK dan Bank Indonesia dalam menghadapi tekanan di pasar keuangan. Stabilitas ekonomi dan kebijakan yang proaktif dari regulator diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan mengurangi volatilitas IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *