Survei Litbang Kompas terbaru menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap 100 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat tinggi. Berdasarkan survei yang dilakukan pada 4-10 Januari 2025 terhadap 1.000 responden di 38 provinsi Indonesia, sebanyak 80,9 persen responden menyatakan puas. Sementara itu, hanya 19,1 persen yang mengaku tidak puas.
Peningkatan di Bidang Hukum dan Politik-Keamanan
Penilaian positif terutama terlihat pada bidang politik dan keamanan, dengan tingkat kepuasan mencapai 85,8 persen, menjadi yang tertinggi dibandingkan bidang lainnya. Meski demikian, kenaikan ini relatif kecil dibandingkan survei Juni 2024 pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), yakni hanya naik 0,3 persen.
Sebaliknya, bidang hukum mengalami lonjakan kepuasan yang signifikan dari 57,4 persen pada Juni 2024 menjadi 72,1 persen pada Januari 2025. Hal ini didorong oleh langkah pemerintah dalam pemberantasan korupsi yang mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Kinerja Ekonomi dan Sosial
Di bidang ekonomi, tingkat kepuasan mencapai 74,5 persen, naik 9,4 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, di bidang kesejahteraan sosial, kepuasan berada di angka 83,7 persen, meningkat 1,7 persen.
Kepuasan Berdasarkan Status Sosial dan Pendidikan
Survei juga mencatat bahwa tingkat kepuasan lebih tinggi di kalangan masyarakat dengan pendidikan rendah. Sebanyak 85,7 persen responden berpendidikan dasar merasa puas, sementara di kalangan berpendidikan tinggi, angkanya menurun menjadi 70 persen. Hal serupa terlihat berdasarkan status sosial ekonomi. Kepuasan tertinggi tercatat pada kelompok ekonomi bawah (84,7 persen), sementara kelompok ekonomi atas mencatat angka kepuasan terendah (67,9 persen).
Perbandingan dengan Pemerintahan Jokowi-JK
Sebagai perbandingan, survei Litbang Kompas mencatat bahwa tingkat kepuasan terhadap 100 hari pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla pada Januari 2015 hanya mencapai 65,1 persen, lebih rendah dari capaian pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini.
Citra Kepemimpinan Prabowo dan Gibran
Citra kepemimpinan Presiden Prabowo dinilai sangat baik atau baik oleh 94,1 persen responden, sementara 3,7 persen menilai buruk. Untuk Wakil Presiden Gibran, citra baik mencapai 79,9 persen, dengan 16,5 persen menilai buruk.
Langkah Konsolidasi Politik
Keberhasilan ini tidak lepas dari fokus pemerintahan Prabowo-Gibran pada konsolidasi politik. Di tingkat internal, mereka mengadakan berbagai pertemuan untuk menyelaraskan visi-misi kabinet, seperti pembekalan di Hambalang dan retreat di Magelang.
Secara eksternal, harmoni politik juga terjaga, terutama dengan partai besar seperti PDI-P. Kesepakatan untuk tidak merevisi Undang-Undang MD3, yang memungkinkan PDI-P tetap memimpin DPR, menjadi salah satu bukti kolaborasi yang solid antara kedua kekuatan politik.
Pemerintahan Prabowo-Gibran terlihat mengedepankan pendekatan kolaboratif, baik dalam pengambilan keputusan strategis maupun dalam menjaga stabilitas politik nasional, demi memastikan keberhasilan program-program prioritas di masa mendatang.
