Pada 24 Juli 2025, Presiden Perancis Emmanuel Macron secara resmi menyatakan bahwa negara tersebut akan mengakui Palestina sebagai negara merdeka, dengan pengumuman formal dijadwalkan terjadi pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan September 2025.
Latar Belakang & Tujuan Diplomatik
Macron menyampaikan keputusan ini melalui surat resmi kepada Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, yang juga diposting di platform X. Ia menegaskan bahwa tindakan ini sejalan dengan komitmen historis Perancis terhadap perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah.
Pada bulan sebelumnya, Macron sudah menyatakan bahwa mengakui Palestina bukanlah hal tabu bagi Perancis dan ia berencana melakukannya “dalam beberapa bulan mendatang”, dengan fokus pada solusi dua negara dan kerangka diplomatik yang lebih luas
Dampak Diplomatik & Dukungan
Jika terealisasi, Perancis akan menjadi negara besar Barat pertama (G7) yang secara resmi mengakui Palestina, memperkuat momentum global untuk solusi dua negara. Sampai saat ini, lebih dari 140 negara telah mengakui Palestina, termasuk sejumlah anggota Uni Eropa seperti Norwegia, Irlandia, Spanyol, dan Slovenia.
Reaksi Internasional: Kritik & Dukungan
Israel:
- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengkritik keputusan tersebut, menyebutnya sebagai “penghargaan terhadap teror” dan “berisiko menciptakan proxy Iran baru”.
- Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut pengakuan tersebut sebagai “a disgrace” dan “kapitulasi terhadap terorisme”.
- Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar memperingatkan bahwa langkah unilateral itu bisa memperkuat Hamas dan justru menambah ketidakstabilan.
Amerika Serikat:
- Sekretaris Negara Marco Rubio menyatakan “strongly rejects” keputusan Macron, menilai itu hanya memperkuat narasi Hamas dan merugikan proses perdamaian.
Palestina & Negara Pendukung:
- Otoritas Palestina, melalui Hussein al‑Sheikh, menyambut baik keputusan Perancis dan menyebutnya sebagai cerminan dukungan terhadap hak penentuan nasib sendiri dan hukum internasional
Konteks Sidang PBB & Agenda Diplomatik
Berita pengakuan ini terealisasi menjelang Konferensi Perdamaian PBB yang dijadwalkan pada 28–29 Juli 2025 di New York, yang bertema implementasi solusi dua negara dan rekonstruksi pasca konflik Gaza. Macron dan para pemimpin negara lain berharap langkah Perancis memicu negara-negara lain untuk mengikuti jejak serupa.
Pengumuman resmi Perancis untuk mengakui negara Palestina merupakan langkah diplomatik dramatis yang menandai Perancis sebagai kekuatan besar Barat pertama yang melakukan hal tersebut. Di satu sisi, ini menimbulkan ketegangan dengan Israel dan AS. Di sisi lain, ia membuka kemungkinan perubahan lanskap diplomasi global, mendukung hak warga Palestina dan memperkuat agenda solusi dua negara. Pengumuman formal akan terjadi pada Sidang Umum PBB bulan September 2025, dan diprediksi akan membentuk ulang dinamika diplomatik internasional.
