Foto penangkapan pelaku oleh Polda Sulsel dalam Operasi Pekat Lipu 2025

Polda Sulsel Amankan 844 Pelaku Kriminal Selama Operasi Pekat Lipu 2025

Lokal

Makassar – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan hasil signifikan dalam pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Lipu 2025. Selama 20 hari operasi berlangsung, aparat berhasil mengamankan sebanyak 844 pelaku dari berbagai tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menjelaskan bahwa operasi ini menyasar berbagai bentuk kejahatan jalanan seperti premanisme, perjudian, pesta miras, penggunaan senjata tajam, prostitusi, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Total tersangka yang berhasil diamankan dan ditetapkan sebanyak 844 orang, dari 269 laporan polisi,” ungkap Kombes Didik dalam konferensi pers di Mapolda Sulsel, Rabu (21/5).

Ratusan Preman Diamankan

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono, merinci bahwa kasus premanisme mendominasi hasil operasi, termasuk aksi pengancaman, penganiayaan, pengrusakan, hingga penggunaan senjata tajam (sajam).

Dari 82 laporan polisi yang masuk terkait premanisme, Ditreskrimum berhasil menangkap 301 tersangka. Sebanyak 93 orang diproses hukum, sedangkan 208 lainnya diberikan pembinaan karena dianggap sebagai pelaku minor atau berisiko rendah.

“Kami temukan juga ratusan anak panah, pelontar, badik, parang, dan sepeda motor hasil kejahatan saat operasi,” kata Setiadi.

Jenis Kasus dan Barang Bukti

Berikut adalah beberapa rincian kasus yang diungkap selama Operasi Pekat Lipu 2025:

  • Penggunaan senjata tajam: 50 kasus, 63 tersangka
  • Penganiayaan, pengeroyokan, pengancaman, pengrusakan: 43 kasus, 77 tersangka
  • Pesta miras: 101 orang diamankan untuk dibina
  • Parkir liar: 78 orang dibina
  • Perjudian konvensional: 35 kasus, 56 tersangka
  • Penjualan miras ilegal: 202 orang ditangkap, barang bukti 3.913 botol dan 799 liter tuak

TO dan Non-TO

Dari total tersangka, 120 orang merupakan Target Operasi (TO), sedangkan 725 lainnya berasal dari Non-TO, atau pelaku yang ditangkap di luar daftar target.

“Pelaku berasal dari berbagai latar belakang. Yang kami tangkap bukan hanya dari TO saja, tetapi juga dari laporan masyarakat dan pengamatan langsung di lapangan,” ujar Setiadi.

Imbauan untuk Warga

Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah dan melaporkan tindakan kriminal. Warga diimbau untuk tidak segan melapor jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau mengganggu ketertiban umum.

“Jika ada yang memalak, mengancam, atau mengganggu kenyamanan warga, segera laporkan ke kami. Kami pastikan akan menindak dengan tegas,” tegas Kombes Didik.

Komitmen Berantas Kriminalitas

Operasi Pekat Lipu 2025 disebut sebagai bentuk nyata komitmen Polda Sulsel dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan tegas sekaligus humanis.