<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>program pendidikan Kemensos Archives - Mediapujangga.com</title>
	<atom:link href="https://mediapujangga.com/tag/program-pendidikan-kemensos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediapujangga.com/tag/program-pendidikan-kemensos/</link>
	<description>Media Pujangga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Aug 2025 07:24:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://mediapujangga.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-logo-mp-32x32.jpg</url>
	<title>program pendidikan Kemensos Archives - Mediapujangga.com</title>
	<link>https://mediapujangga.com/tag/program-pendidikan-kemensos/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puluhan Guru Sekolah Rakyat di Sulsel Mengundurkan Diri Sebelum Bertugas</title>
		<link>https://mediapujangga.com/2025/08/06/guru-sekolah-rakyat-sulsel-mundur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 07:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[guru mengundurkan diri]]></category>
		<category><![CDATA[guru Sekolah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[guru Sulsel mundur]]></category>
		<category><![CDATA[guru tidak bersedia bertugas]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti guru Sekolah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[program pendidikan Kemensos]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediapujangga.com/?p=815</guid>

					<description><![CDATA[<p>Praktik pengunduran diri massal terjadi terhadap guru-guru yang ditugaskan di program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Meskipun jumlah secara nasional mencapai ratusan, sejumlah wilayah di Sulsel mengalami pengunduran diri yang cukup signifikan sebelum masa tugas dimulai. Fakta Utama dan Alasan Konteks Nasional Dampak dan Penanganan Fenomena pengunduran diri guru Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan menggambarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mediapujangga.com/2025/08/06/guru-sekolah-rakyat-sulsel-mundur/">Puluhan Guru Sekolah Rakyat di Sulsel Mengundurkan Diri Sebelum Bertugas</a> appeared first on <a href="https://mediapujangga.com">Mediapujangga.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Praktik pengunduran diri massal terjadi terhadap guru-guru yang ditugaskan di program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Meskipun jumlah secara nasional mencapai ratusan, sejumlah wilayah di Sulsel mengalami pengunduran diri yang cukup signifikan sebelum masa tugas dimulai.</p>



<h3 class="wp-block-heading has-luminous-vivid-amber-color has-text-color has-link-color wp-elements-6d09adf19ed0e49bec72116b06615abe">Fakta Utama dan Alasan</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Di Provinsi Sulawesi Selatan</strong>, Dinas Sosial mencatat sekitar <strong>11 guru</strong> yang mengundurkan diri. Lokasi penempatan tersebar di Makassar (2 guru), Kabupaten Takalar (5 orang), dan Kabupaten Wajo (4 orang).</li>



<li><strong>Di Gowa (SRMP 24)</strong>, dua guru yang sebelumnya ditugaskan sebagai mata pelajaran Bimbingan Konseling (BK) dan Seni Budaya memilih mundur tanpa pernah sempat mengajar. Keduanya berasal dari luar Sulsel (misalnya Yogyakarta) dan mengaku tidak bersedia jauh dari keluarga. Proses pembelajaran tetap berjalan dengan sembilan guru aktif dari jumlah formasi 11 guru yang diusulkan.</li>



<li><strong>Di Wajo</strong>, tiga guru yang semuanya berasal dari luar kabupaten setempat juga mengundurkan diri. Alasan utama adalah ketidakmampuan meninggalkan kampung halaman. Meskipun guru mundur, belum ada siswa yang mengikuti jejak tersebut dan proses belajar mengajar tetap berlangsung secara normal.</li>



<li><strong>Di Takalar</strong>, lima guru lain mundur karena alasan serupa—domisili jauh, keluarga, dan ketidaksiapan menyesuaikan diri dengan penempatan baru. Beberapa guru bahkan menghadapi penolakan keluarga terkait tanggung jawab tambahan, termasuk waktu pengajaran di malam hari.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading has-luminous-vivid-amber-color has-text-color has-link-color wp-elements-0225d7f465c5d12b093d4346eb8e0a23">Konteks Nasional</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>Secara nasional, sebanyak <strong>143–160 guru</strong> Sekolah Rakyat yang telah lolos seleksi menolak penempatan karena lokasi terlalu jauh dari domisili masing‑masing. Mereka belum sempat bertugas karena sebagian besar Sekolah Rakyat belum aktif beroperasi saat pengunduran diri berlaku.</li>



<li>Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut bukan karena soal gaji atau insentif, melainkan masalah logistik penempatan. Namun, dia menyatakan program ini tetap berjalan karena tersedia ribuan guru cadangan dari lulusan PPG untuk mengisi formasi yang kosong.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading has-luminous-vivid-amber-color has-text-color has-link-color wp-elements-f80a72ad5be6ee17e6fa3eae52a40044">Dampak dan Penanganan</h3>



<ul class="wp-block-list">
<li>Di semua daerah, termasuk Makassar, Gowa, Takalar, dan Wajo, Pemerintah melalui Kementerian Sosial bersama Kemendikbud dan BKN segera melakukan <strong>seleksi ulang</strong>, menyiapkan <strong>guru pengganti</strong> yang siap bertugas di wilayah penempatan.</li>



<li>Proses pembelajaran belum terganggu karena banyak sekolah baru memasuki fase <strong>Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)</strong> dan <strong>matrikulasi</strong>, sehingga penggantian tenaga pendidik masih memungkinkan dilakukan tanpa hambatan operasional.</li>
</ul>



<p>Fenomena pengunduran diri guru Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan menggambarkan tantangan utama dalam implementasi program pendidikan berasrama: jarak dan aspek keluarga dapat menjadi faktor kuat yang memengaruhi kelayakan penempatan garda terdepan pendidikan.</p>



<p>Pemerintah telah mengantisipasi dampak tersebut melalui penyediaan guru cadangan dan koordinasi antar­kementerian. Meski demikian, kekeringan tenaga pengajar di ranah pendidikan pedalaman tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pengembangan Program Sekolah Rakyat secara berkelanjutan.</p>
<p>The post <a href="https://mediapujangga.com/2025/08/06/guru-sekolah-rakyat-sulsel-mundur/">Puluhan Guru Sekolah Rakyat di Sulsel Mengundurkan Diri Sebelum Bertugas</a> appeared first on <a href="https://mediapujangga.com">Mediapujangga.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
