Sabtu, 14 Juni 2025 — Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak setelah Iran melancarkan serangan besar-besaran ke Israel pada Jumat malam (13/6/2025). Serangan ini disebut sebagai awal dari Operasi True Promise 3, yang diklaim sebagai respons tegas terhadap gempuran Israel ke sejumlah wilayah Iran, termasuk fasilitas nuklir dan pusat pengembangan rudal balistik.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa ratusan rudal balistik berbagai jenis ditembakkan ke wilayah Israel. Kilatan oranye terang terlihat menerangi langit Tel Aviv ketika sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome, berupaya mencegat rudal-rudal tersebut. Meski sebagian berhasil dijatuhkan, beberapa rudal menghantam kawasan metropolitan Tel Aviv dan kota Ramat Gan.
Serangan ini menimbulkan kerusakan di sejumlah bangunan dan menyebabkan puluhan orang terluka. Laporan terbaru menyebutkan setidaknya 40 warga Israel dirawat di rumah sakit, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Ledakan dan kobaran api juga dilaporkan terjadi di Yerusalem dan wilayah sekitar Tel Aviv.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyatakan bahwa Iran meluncurkan kurang dari 100 rudal dalam dua gelombang serangan. Menurutnya, sebagian besar rudal tersebut berhasil dicegat atau gagal mencapai target, meskipun ada beberapa bangunan yang rusak akibat hantaman rudal atau pecahan dari intersepsi pertahanan udara.
Serangan Iran ini merupakan balasan atas serangan udara Israel pada Jumat dini hari, yang menargetkan fasilitas nuklir, program rudal balistik, dan para ilmuwan terkemuka Iran. Fasilitas utama pengayaan uranium Iran di Natanz dikabarkan rusak parah. Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyebut telah terjadi kontaminasi radiologis dan kimia, meskipun dampaknya masih dapat dikendalikan.
Dalam serangan Israel tersebut, sejumlah tokoh penting Iran tewas, termasuk Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hossein Salami, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri, serta penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani. Beberapa ilmuwan nuklir senior seperti Fereydoun Abbasi-Davani dan Mohammad Mehdi Tehranchi juga menjadi korban.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersumpah untuk membalas serangan yang disebutnya sebagai kejahatan besar. Dalam pernyataannya di media sosial, Khamenei memperingatkan bahwa Israel tidak akan lolos tanpa balasan.
IRGC dalam pernyataannya menegaskan bahwa serangan rudal balistik mereka telah menghantam puluhan target strategis di Israel, termasuk pangkalan militer dan fasilitas produksi senjata yang digunakan dalam serangan ke Iran.
Sementara itu, komunitas internasional, termasuk PBB, menyerukan penghentian kekerasan dan de-eskalasi segera untuk menghindari konflik yang lebih luas di kawasan.
